Yerusalem

Memang dapat dipahami bahwa Yerusalem terukir dalam hati setiap orang Yahudi secara istimewa. Sebab konon di Bukit Moria, di kota inilah, Abraham mengorbankan Ishak, anaknya. Sebab kota inilah ditetapkan oleh Raja Daud sebagai ibukota negaranya. Sebab di kota inilah Raja Salomo membangun Bait Suci, kediaman Allah. Kota Yerusalem amat bernilai pula bagi umat Kristen. Sebab disinilah Yesus pernah mengajar, disengsarakan, wafat di salib dan bangkit, sambil menggenapkan karya penebussan dunia. Untuk umat Islam, yerusalem adalah tempat naiknya (miraj) Nabi Muhammad ke surga. Inilah kota tersuci ketiga bagi umat Islam sesudah Mekkah dan Medinah. Selain itu Yerusalem menjadi tempat inspirasi bagi banyak nabi, seniman, penyair dan ilmuwan. Kini Yerusalem menjadi pusat budaya, tempat banyak museum, galeri seni, teater dan universitas. Yerusalem masa kini adalah kota yang amat moderen. Namanya yang indah searti dengan Kota Damai.

Kota yang saat ini kita kenal sebagai Yerusalem dulunya dikenal karena track record-nya sebagai wilayah yang banyak terjadi peperangan di dalamnya dan memiliki sejarah panjang berkaitan dengan berbagai periode/ era kepemimpinan yang mendudukinya.

Dalam kitab Genesis 14:18 disebutkan bahwa” …sebuah kota bernama SALEM yang dipimpin oleh Raja Melchizedek (Melkisedek)—seorang imam Tuhan…”. Oleh kebanyakan penganut Yahudi, kota Salem itu dipercaya sebagai Yerusalem. Orang Yahudi juga meyakini bahwa kota tersebut didirikan oleh nenek moyang Abraham, yaitu Shem dan Eber, dan berdasarkan riwayat garis keturunan, mereka meyakini bahwa Melkisedek itu adalah SHEM.

Adanya kota Yerusalem sejak jaman kuno juga dikukuhkan dengan ditemukannya PRASASTI AMARNA.

Prasasti Amarna atau Amarna Letter adalah arsip-arsip korespondensi berbentuk lembaran-lembaran tanah liat, terutama arsip diplomatik, antara kerajaan Mesir kuno dengan negara-negara lain yang menjadi koleganya. Menurut para arkeolog, prasasti ini dibuat selama masa kerajaan Mesir 1600-1100 SM, yaitu masa paling makmur Mesir dan dicatat sebagai puncak kejayaan kekuatan Mesir. Amarna sendiri adalah nama modern Mesir, yang penggunaan nama Amarna itu dikukuhkan oleh Firaun Akhenaten (1350-1330 SM) di masa Dinasti ke-18 Mesir. Sekedar catatan, Firaun Akhenaten ini adalah firaun Mesir yang monotheis dan menyembah Aten—Dia Yang Esa dan Tersembunyi.

Nah, pada Prasasti Amarna yang ditemukan itu, terdapat arsip korespondensi antara Firaun Mesir dengan ABDI-HEBA, seorag raja Urusalim—Nama Jerusalem pada masa Perunggu Tua. Dalam masa tersebut, sebagaimana yang dijabarkan ABDI HEBA kepada Firaun Mesir dalam Prasasti Amarna, bahwa Urusalim di masa itu (1400 SM) adalah sebuah wilayah sehamparan tanah dataran tinggi kecil yang teksturnya menyerupai benteng, ditempati oleh sekitar 1500 penduduk, dan di wilayah itu tidak ada kubu pertahanan maupun bangunan besar yang dibangun.

Jadi, kurang lebih begitulah keadaan Yerusalem “Kuno”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: